Mencari Harta Karun - Bab 2 : Di Hutan
–lanjutan cerita Bara
"Wah, sudah pagi," kata Ageng.
Tiba-tiba di meja makan ada sesuatu.
Tiba-tiba ada teriakan, "good morning Ageng," kata Fahri.
Ternyata di meja makan sudah ada semua. Mereka pun berjalan ke hutan. Tiba-tiba di jalan ada Serigala tidur. Mereka berjalan dengan hati-hati. Di hutan ada pohon bekas ditebang. Fahri pun tersandung. Mereka pun memberi obat pada Fahri. Tapi tiba-tiba ada lubang. Mereke terperangkap kecuali Fahri. Fahri mengambil tali tapi tidak dapat menarik mereka.
"Ada ular !" kata Fahri.
"Mana ?" kata Bara.
"Dan ada Kalajengking…waaa…." teriak Fahri.
"Kita gali lubang," kata Lukman. "Hei lihat ada Trenggiling !"
"Aku menunggu, ayo gali sampai dalam, "kata Fahri. "Wah ! Aku mau jatuh gara-gara kalian.
"Kau berdiri di sini sih.." kata Bara.
"Maaf, aku tidak tahu kalian akan menggali tepat di sini sih.., "kata Fahri.
"Ya, sudah. Ayo kita lanjutkan !" kata Bara. "Sudah Malam."
"Iya sudah malam, "kata Lukman. "Hei lihat ada serigala."
"Apa dia akan memakan kita ?" tanya Fahri.
"Mungkin iya, "kata Ageng.
"Wah ada serigala, "kata Bara. "Dulu aku pernah mimpi itu. Maaf, ya serigala…Ayo lariiiiii !" teriak Bara.
"Kau terlambat, "kata Fahri.
"Baiklah, tapi tadi aku melihat serigala, "kata Bara.
"Kami melihatnya lebih dulu, "kata Fahri, Lukman, dan Ageng.
"Dan di mana sembilan serigala itu ?"
"Itu !" kata Bara.
"Mana ? Tidak ada serigala, "kata Ageng.
"Itu ada sembilan serigala, "kata Fahri.
"Sembilan serigala. lariiiii, "kata Fahri, Lukman, dan Ageng. "Bara di mana, ya ?"
"Hei ! Aku menemukan gua, "kata Bara.
"Iya, aku tahu, Bara ? Apa katamu tadi ? Akhirnya aku menemukanmu, "kata Fahri.
"Ayo istirahat di sini !" kata Bara."Auuu….apa itu ?" teriak Bara.
"Itu kandang sembilan serigala," kata Fahri.
"Bukan. Itu seribu serigala. Lariiiii !" Kata Bara.
"Tidak bisa. Kita dikepung, kata Fahri.
"Ini seperti di mimpiku," kata Bara. "Kemarin saat aku terperangkap ke awan dan kalian memanggilku komandan dan kalian menghilang dan aku di hutan sendirian dan aku dimakan tinggal topinya saja. Oh…tidak !"
"Ke mana Ageng ?" tanya Bara. "Jangan-jangan dia dimakan serigala. Oh…. tidaak..!"
"Hei…ke sini !" kata Ageng.
"Bagaimana kau bisa ke situ ?" Kata Bara.
"Lewat sini. Tangga rahasia, "kata Ageng.
Mereka pun memanjat tangga.
"Aduuh…aku capai, "kata Fahri.
"Aku juga. Tidak hanya kamu, "kata Bara, Ageng, dan Lukman sambil berteriak di gua ini.
"Hei lihat ada jalan keluar. Tapi kita harus lompat tinggi, "kata Fahri.
"Terpaksa," kata Ageng. "Auuuu… jangan himpit aku ! Harusnya aku duluan lompat. Baru setelah satu abad kamu gantian lompat, "kata Ageng.
"Apa, satu abad ? Bisa mati duluan. Ada serigala. Lariii…."teriak Fahri.
"Hah…dia lari entah ke mana. Tadi ada serigala dia lari, "kata Ageng.
"Waaa…." kata Bara dan Lukman sambil bertabrakan.
"Aku capai," kata Ageng. "Hei ada orang."
"Hei, kau siapa ?" kata Lukman.
"Aku kapten Bajak Laut," katanya.
"Hua..ya…awas jangan sampai salah orang. Kau adalah mata-mata," kata Bara.
"Hei buktinya itu sungai yang di peta, "kata orang itu.
"Iya juga, ya. Kaulah yang mempunyai peta itu," kata Bara.
(Bersambung bab 3 Laut Rahasia)