Mencari Harta Karun - Bab 1 : Rencana
ini tulisan Bara, anakku, usia 8 tahun, 2 bulan
(diedit tanda bacanya dan struktur penulisannya)
Hari ini adalah hari libur sekolah. Bara, Fahri, Lukman dan Ageng mereka berempat akan berencana untuk berlibur. Mereka berpikir, apa ya rencana liburan kita ?
Kata Lukman, "Oh I am no tahu".
"Tanya saja dirimu sendiri," jawab Fahri.
Jadi mereka memutuskan untuk berlibur ke pantai. Mereka membawa alat yang diperlukan untuk ke pantai. Mereka naik mobil Lukman.
Tiba-tiba, "Lukmen your car ini gembes atau gimana ?" kata Fahri.
"Sepertinya kita ke bengkel dulu," kata Bara.
"Baiklah," kata Ageng.
Setelah bannya diperbaiki lalu jalan lagi. Setelah sampai mereka mengeluarkan semua barang-barang. Mereka duduk dan bermain di sana. Tiba-tiba Bara melihat ada botol di air ternyata isinya peta harta karun. Bara jadi tahu kalau hari ini kita akan berpetualang.
"Jadi rencana kita-kita ke pantai atau berpetualang ?" kata Fahri.
"Jangan ngomong Bahasa Inggris atau bahasa apa saja, kalau tidak aku pukul dengan tongkat," kata Ageng.
"Memangnya kenapa ?" kata Fahri.
"Karena aku ora iso bahasa asing," kata Ageng.
"Kamu sendiri pakai Bahasa Jawa," kata Fahri.
"Sudah jangan bertengkar," kata Bara.
"Ow…siap, Pak. Oh…maksudku Kapten. Maksudku….Nyonya. Maksudku… Bara. Maksudku….Oh…iya," kata Fahri.
"Jadi tidak kita berpetualang ?"
"Oh..jadi bos ! Jadi…."
"Ayo..cepet. Siapkan barang-barang. Jangan cerewet. Cepet !" kata Bara.
"Oh… iya bos."
"Cepet !"
"Baik !" kata semuanya kecuali Bara.
Tiba-tiba Bara tertidur menunggu mereka bertiga dan tiba-tiba Bara terangkat ke atas awan.
Fahri, Ageng, dan Lukman selalu memanggil Bara Komandan, seperti yang dibilang Fahri. Dan dia memiliki kerajaan dan berbagai hewan. Kadang dia suka dipanggil raja, pangeran, atau baginda.
Suatu hari ada raja dari seberang yang jahat. Mereka berperang, tapi Bara menang. Dan lalu ada teriakan: "bangun…bangun…!" Dan mereka bertiga menghilang. Bara pun terbangun tapi belum ada mereka bertiga padahal sudah 12 jam. Sudah jam 9 malam. Jangan-jangan mereka sudah membuat tenda di hutan. Bara takut saat malam-malam. Apalagi di hutan dan sendirian. Tiba-tiba ada mata yang bersinar tetapi banyak. Lalu Bara berteriak minta tolong. Tiba-tiba ada auman singa yang keras sekali. Dan mereka menggigitnya sampai tinggal topinya saja yang tidak termakan. Lalu Bara berteriak. Ternyata itu cuma mimpi.
Sekarang masih jam 10 pagi. Dan itu mereka datang. Dan mereka pun pergi ke hutan serigala. Serigala hidup di hutan rimba kawasan Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Suara lolongannya sering terdengar ketika bulan bulan purnama. Serigala memiliki indra penciuman, pendengaran, dan penglihatan yang sangat tajam sehingga jarang sekali mangsa buruannya yang dapat melarikan diri. Serigala berburu makanan secara berkelompok kemudian menyerangnya secara bersama-sama. Binatang berbobot 20-50 kg ini akan menyobek nyobek sehingga menjadi serpihan kecil. Dia berburu ayam, kambing, rusa, bahkan manusia (Sebagian tulisan pada paragraf ini Bara ambil dari ensiklopedia binatang).
Karena takut mereka gugup. Ada yang berteriak.
"Bawa obor. Bawa tenda. Tidak…eh…maksudku bawa….".
"Jangan becanda !"kata Bara. "Terus bawa makanan. Bawa minuman. Bawa semua peralatan !"
Semua peralatan kami bawa.
Dan..
"Ini dia…."
"Apa itu ?" kata yang lain.
"Alat ini kalau kita memencet tombol ini, maka akan berbentuk rumah yang besar."
"Jadi kita hanya butuh tombol ini saja," kata Fahri.
"Wow…tapi kalau rusak ?" kata Bara.
"Kita kan punya tenda dan rumah ini. Ada kolam renangnya,"kata Fahri. "Dan kamarnya bernomer."
(Bersambung Bab 2: di Hutan…)
August 18th, 2007 at 10:06 pm
Hem.. emang Bara habis nonton apa, Pak??