Kepada Putriku Samudra Puspa Kenanga
*Puisi ini semoga menjadi doa agar aku dikaruniai anak perempuan yang shalihah
Duduklah di sini anakku
di samping ayahmu
biar kucium keningmu
yang menceritakan padamu tentang cinta
bahwa apa yang dinamakan cinta
tak serumit yang kaubayangkan
karena sejak semula keberadaanmu pun karena cinta
maka tak perlu kau bersusah payah memahaminya
cukup kau ceburkan dirimu pada telaga semesta
yang memantulkan ketenangan
jangan kau terjebak pada banyak telaga yang memikat
menimbulkan gelora
maka satukan dirimu anakku
pada telaga semesta itu
nanti akan ada bunga-bunga yang mengalir menghampirimu
ciumlah harumnya
dan rawatlah yang terharum pada pojok terindah hatimu
jika kau telah siap untuk itu
—
Merapatlah lebih dekat anakku
sandarkan kepalamu ke dada ayahmu
agar dapat kau dengar detak jantungku
yang menceritakan padamu tentang hidup
bahwa apa yang dinamakan hidup tak sesederhana yang kaubayangkan
karena sejak semula kehidupan ini tak pernah kita inginkan
maka bercerminlah anakku
pandangi seluruh tubuhmu
akan kaudapatkan dari setiap lekukan itu
makna terpenting dari hidupmu
bahwa kau akan menjadi seorang ibu !
—
Merapatlah lebih dekat lagi anakku
biarkan rambutmu tergerai di bahu
agar dapat kubelai hitam rambutmu
yang menceritakan padamu tentang kebanggaan
bahwa apa yang dinamakan kebanggaan
bukanlah mengejar kesamaan
mengorbankan citra dirimu terbang bersama debu
namun jadilah kau seperti batu
yang kokoh di antara derasnya arus sungai yang mengalir
yang menjadi tempat berpijak siapapun yang hendak menyeberangi sungai itu
nanti kau akan tahu
bahwa kebanggaan itu adalah
ketika kau mampu sujud di setiap gerakmu
tanpa ada sedikit pun rasa bangga di hatimu
—
Maka bersiaplah anakku
belajarlah dari daun-daun dan induk ayam yang mengeram
di kebun belakang rumah dan kandang-kandang kayu milik kita
sering-seringlah kau menengoknya
akan kaudapatkan darinya semangat pengorbanan
untuk menumbuhkan sesuatu yang baru
bercengkeramalah dengan kupu-kupu anakku
setiap pagi atau sore ketika mereka berlalu lalang
di atas taman bunga kita
agar dapat kauresapi perjuangannya yang berat dalam menempa jiwa
—
Ulurkan tanganmu anakku
dan biarkan ayah menggenggam jarimu
agar dapat kauyakinkan diriku
akan kelembutan dan ketegaran hatimu
June 11th, 2007 at 7:24 am
^-^ amin..